Setelah perubahan jadwal rilis anime Haikyuu To The Top Cour 2, akhirnya pihak Production IG selaku rumah produksi dari anime tentang voli SMA mengumumkan perilisannya pada Okotber tahun 2020 ini. Pihak studio pun telah merilis promo video yang memperlihatkan cuplikan pertandingan Karasuno melawan SMA Inarizaki. Untuk informasi mengenai pemain dari Inarizaki, kamu dapat membacanya para artikel yang telah kami buat sebelumnya.

Baca juga: Daftar pemain Inarizaki

Salah satu pemain yang andalan dari tim Inarizaki adalah sang bloker tengah, Suna Rintarou. Berikut ini ada beberapa point penting tentang middle blocker bernomor punggung 10 tersebut;

100% spike sukses

Sebagai seorang bloker, sudah tentu ia mengemban tugas utama untuk menghentikan spike dari tim lawan. Hanya saja, dari 17 kali percobaan blok yang ia lakukan, hanya 5 yang berhasil, itu pun hanya 3 yang berhasil mencetak block point, termasuk ketika menghentikan minus tempo Kageyama Hinata.

Meski demikian, ia termasuk produktif dalam hal serangan. Dari 9 kali percobaan spike, semuanya berhasil melewati bloker Karasuno. Kemampuannya dalam memanipulasi gerakan tubuh bagian atasnya menjadi kunci utama rekornya tersebut. Menurutnya, semakin kuat bloker yang ia hadapi, maka akan semakin mudah untuk memanipulasinya.


Sangat mirip dengan Hinata

Selain berasal dari tim ber-jersey hitam seperi Karasuno. Suna juga mengenakan nomor punggung yang sama dengan Hinata, 10. Untuk ukuran bloker tengah dari sekolah unggulan, pemain kelahiran 25 Januari 1996 ini memiliki tinggi badan yang tidak begitu tinggi, hanya 185 CM. Meski begitu, alih-alih menjadi penahan spiker lawan, tugasnya justru lebih condong ke ofensif. Dapat terlihat dari bagaimana efisiensi bloknya yang rendah namun rekor spike sempurnanya.

Kemampuan

1. Servis 0 detik. Dia melakukan serve persis ketika wasit meniup peluit aba-aba. Ketika tim lawan baru akan memasang kuda-kuda, tetiba saja, bola sudah melayan di depan muka mereka. Meski hanya sekadar serve atas biasa, namun dengan rentang waktu yang seperti itu, rasanya bisa sangat merepotkan juga.
2. Manipulasi bloker. Apa yang membuatnya punya rekor rekor 100% spike tembus? Tentu saja karena ia berhasil memanipulasi bloker untuk menutup satu sisi. Keahliannya dalam memanipulasi torso, atau bagian atas tubuhnya membuatnya bisa leluasa mengarahkan spikenya di udara. Berkat toss fleksbel Miya Atsumu, Tsukishima sekalipun malah terus-terusan termakan permainan Suna tersebut.
3. Blok dan insting. Meski bukan pemain yang mencolok pada timnya, pemain yang kini membela EJP Raijin ini mampu mengekseusi beragam informasi yang ia peroleh selama pertandingan. Hal tersebut membuatnya menjadi orang yang bisa menganalisa dengan baik alur pertandingan.

Itulah beberapa fakta menarik tentang pemain Inarizaki yang mengambil referensi dari rubah gurun pasir Tibet ini. Kira-kira, siapa yang bisa memblok spike pemain ini ya?

Sumber gambar sampul: Haikyuu fandom

Avatar
Author

Write A Comment

x